Kisah Dibalik Kerusakan Raja Ampat, Papua, Indonesia

Kerusakan bawah laut pulau Raja Ampat di Papua Barat baru-baru ini dikabarkan mengalami kerusakan yang cukup parah akibat ditabrak oleh kapal MV Caledonian Sky. Sungguh disayangkan kejadian ini menimpa salah satu wilayah bawah laut paling indah di dunia. Faktanya  adalah kawasan bawah laut di pulau Raja Ampat merupakan salah satu yang paling lengkap untuk pecinta diving di dunia. Hal ini dikarenakan kelengkapan jenis floran dan fauna yang ada di Raja Ampat.
kerusakan raja ampat
Sumber: wikipedia.com
Kerusakan Raja Ampat menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Kejadian ini benar-benar menjadi berita heboh di dalam negeri maupun luar negeri. Bawah laut Raja Ampat yang sebagai salah satu surga bawah laut kini kehilangan terumbuh karang seluas 18.882 meter persegi. Ini jelas bukanlah luas area yang sempit. Kalau di konversikan ke luas lapangan, maka luas kerusakan raja ampat setara dengan ±4 kali luas lapangan bola standard fifa. Sangat fantastis!
kerusakan raja ampat
Sumber: detik.com
Kini mata pecinta diving di seluruh dunia terfokus pada isu lingkungan hidup ini. Jelas sekali bahwa perusak terumbu karang harus mendapatkan hukuman setimpal atas apa yang mereka telah perbuat. Pemerintah kita harus benar-benar serius menangani hal kasus ini, jika perlu seluruh dunia harus ikut membantu penyelesaian kasus ini. Karena Bawah Laut Raja Ampat bukan hanya untuk dinikmati oleh warga Indonesia, melainkan seluruh dunia. Saat ini pemerintah Indonesia sedang melakukan penyelidikan terhadap kerusakan Raja Ampat ini.

Kerusakan Raja Ampat menjadi isu lingkungan hidup yang sangat penting tahun 2017. Kerusakan area bawah laut  yang cukup luas menyebabkan kehilangan beberapa jenis terumbu karang (coral reef) yang menawan, hingga mengancam punahnya beberapa jenis spesies flora dan fauna lain seperti ikan. Akibat kehilangan habitat sebagai tempat hidup dan berkembang, bisa jadi salah satu ikan endemik khas raja ampat yaitu Eviota Raja juga ikut terancam

Bukan hanya itu, ada kemungkinan kakayaan bawah laut Pulau Raja Ampat yang sudah tersohor dengan 75% spesies karang dunia yang berada disana juga bisa ikut terancam kehilangan beberapa persen akibat kerusakan Raja Ampat saat ini. Pelesatarian kembali terumbu karang yang rusak bukanlah hal mudah. Butuh puluhan tahun agar terumbu karang bisa kembali seperti semula, belum lagi menunggu agar spesies hewan lainnya agar bisa kembali berhabitat di wilayah tersebut. Faktanya adalah terumbu karang hanya tumbuh 2cm per tahun. Sungguh melelahkan untuk menunggu bukan? belum lagi jika terumbu karangnya terancam tidak berkembang akibat faktor iklim dan faktor lainnya.

Kerusakan terumbu karang (coral reef) Raja Ampat di Papau juga menyebabkan kerugian ekonomi bagi Indonesia, kemungkinan kerugian ini sangat besar. Sampai saat ini pemerintah Indonesia masih menghitung berapa besar kerugian yang di akibatkan oleh kerusakan ini. Tentu saja kerugian ini bukan hanya pada sektor pariwisata negara. Jika dilihat lagi, warga di kepulauan Raja Ampat juga bisa tekena imbas dari dampak kerusakan Raja Ampat. Misalnya, berkurangnya lapangan kerja akibat menurunnya ketertarikan wisatawan dunia khusunya pecinta diving untuk berkunjung ke Raja Ampat. Hal ini terjadi bukan dalam jangka waktu sekarang atau jangka pendek, melainkan bisa saja beberapa tahun nantinya. who knows? 
Semoga saja hal ini tidak terjadi, karena sektor pariwisata sering dikaitan dengan sektor usaha lainnya baik usaha besar maupun usaha kecil menengah.

Jadi, apa sebenarnya dampak kerusakan terumbu karang bagi lingkungan hidup dan manusia? khususnya yang terjadi di Raja Ampat.
Mari kita mengenal Raja Ampat lebih dekat..

Kerusakan raja ampat
Pulau Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia
Kepulauan Raja Ampat adalah daerah yang sangat memiliki potensi untuk dijadikan kawasan wisata khususnya diving dan snorkeling. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan one of the best waters in the world, for diving site. Sungguh keren!
Bahkan sering disebut sebagai the number #1 untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini. Mengapa bisa demikian? Kepulauan Raja berada di wilayah perairan dimana terjadinya pertemuan antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, serta berseblahan dengan garis weber yang berada di sebelah barat kepulauan Raja Ampat. Tidak heran, bahwa banyak spesies flora dan fauna bawah laut yang hidup di perairan Raja Ampat.

Tim peneliti perairan yang berasal dari dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseonografi (LON) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 & 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (hard coral) atau sebesar 75% dari total jenis yang ada di dunia), kemudian >1.000 jenis ikan karang, lalu ada 700 jenis moluska, & catatan tertinggi untuk gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Sunggu Menakjubkan, Wonderful Indonesia!

Jika kekayaan bawah laut Raja Ampat ini bisa dijaga dan dilestarikan secara bersama-sama, maka hal ini akan mendatangkan manfaat bagi kita sendiri. Kita dapat mewarisakan hal-hal yang menakjubkan kepada generasi selanjutnya. Bukankah alam selalu mendatangkan manfaat untuk kita? jika kita berlaku baik maka alam pun akan baik, tapi jika sebaliknya, maka alam akan berlaku buruk pula.

Khusus wilayah terumbu karang yang luas seperti di Raja Ampat, maka Terumbu Karang memiliki manfaat berikut
1. Sebagai penahan erosi pantai karena ombak. Terumbu karang berguna untuk memecah ombak, sehingga ketika ombak sampai di tepi pantai maka hanya ombak kecil yang kita rasakan. Jika terumbu karang rusak atau lenyap. Bisa dibayangkan ombak besar akan menghantap kawasan pesisir pantai dan merusak pemukiman penduduk.
2. Sebagai sumber daya alam untuk berbagai jenis kehidupan laut yang bernilain penting seperti ikan hias, dan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti kerapu, kakap merah dan jenis kerang-kerangan hingga ganggang laut.
3. Sebagai wisata bahari. Sudah jelas terbukti Kepulauan Raja Ampat menjadi surga bawah laut yang populer di dunia karena adanya terumbu karang yang jumlah dan jenisnya yang luar biasa. Jika terumbu karang punah, maka tidak ada jaminan Raja Ampat akan tetap disukai pecinta diving tanpa terumbu karangnya yang indah.
Masih banyak lagi manfaat terumbu karang untuk kelangsungan hidup manusia.

Ingatlah untuk selalu ikut melesatarikan lingkungan hidup di Indonesia, Jika bukan kita sebagai warga negara Indonesia, siapa lagi? malu dengan negara lain, beberapa orang luar bahkan terlibat langsung untuk melestarikan lingkungan hidup di negeri kita. Jika kita tidak mampu terlibat dalam aksi peduli lingkungan secara langsung. Setidaknya, kita mampu melesatarikan dengan cara menjaga dan tidak merusak lingkungan hidup di daerah sekitar kita.

Baiklah, demikian ulasan admin tentang Isu Lingkungan Hidup kali ini yaitu tentang Kerusakan Bawah Laut Raja Ampat yang baru-baru ini terjadi. Jika ada perkembangannya, semoga admin bisa sempat mebahasnya lagi.

Daftar Bacaan:
Wikipedia
detik.com
Book: Pendidikan Lingkungan dan Budaya, Penerbit Ganeca Exact

JANGAN LUPA SHARE, FOLLOW & BOOKMARK blog ini. Terima Kasih! 

0 Response to "Kisah Dibalik Kerusakan Raja Ampat, Papua, Indonesia"

Posting Komentar